Thursday, May 31, 2018

Badan Sertifikasi ISO

Badan Sertifikasi ISO

Lembaga Sertifikasi ISO

Bagi perusahaan yang ingin melakukan sertifikasi sistem manajemen berstandar ISO, biasanya berpikir untuk memilih Badan Sertifikasi ISO yang terbaik. Mungkin tidak gampang, karena ada banyak sekali Badan Sertifikasi di Indonesia yang menyediakan jasa sertifikasi ISO.
Berikut ini adalah contoh beberapa badan sertifikasi untuk sertifikasi standard ISO: BV Indonesia, SGS Indonesia, SAI Global Indonesia, Lloyds Register Indonesia, URS Indonesia, TUV NORD Indonesia, TUV Rheinland Indonesia, TUV SUD PSB Indonesia, VNZ Indonesia, Mutu Certification International, Sucofindo. Masih banyak lagi badan sertifikasi lain yang bisa memberikan jasa sertifikasi sistem manajemen ISO.
Untuk menentukan mana yang terbaik, tentu bergantung pada tujuan organisasi yang akan melakukan sertifikasi. Beberapa variabel di bawah ini semoga bisa membantu bagaimana organisasi memilih Badan Sertifikasi ISO :


  1. Bersertifikat akreditasi KAN yang masih berlaku
    Pastikan bahwa BS sudah diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk memberikan sertifikasi standard ISO di ruang lingkup/ bidang yang akan disertifikasi. Pastikan juga bahwa akreditasi KAN yang diperoleh BS tersebut masih berlaku dengan memeriksanya di website KAN.Sebenarnya BS yang diakreditasi komite akreditasi negara lain tidak masalah, selama komite akreditasi tersebut telah sudah bekerjama dalam International Acreditation Forum (IAF). Namun alangkah baiknya menghormati lembaga milik pemerintah jika organisasi yang disertifikasi masih berdomisili di Indonesia. Dengan adanya akreditasi KAN, kita bisa berharap kinerja BS lebih termonitor karena kedekatan geografis.Jika standard ISO yang akan disertifikasi bukanlah standard yang masih dalam ruang lingkup kemampuan akreditasi KAN tentu point pertama ini bisa diabaikan. Misalnya untuk ISO 50001, KAN belum melayani jasa akreditasi sehingga BS yang tersedia tentu hanya diakreditasi oleh lembaga akreditasi selain KAN. Namun jika masih dalam ruang lingkup akreditasi KAN sebaiknya point ini dipertimbangkan, khususnya untuk standar ISO yang telah diadopsi sebagai SNI, misalnya SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu. Sebagai contoh perusahaan yang memproduksi alat-alat listrik ingin sertifikasi ISO 9001, maka sebaiknya perusahaan tersebut memilih BS yang telah terakreditasi oleh KAN dalam hal sertifikasi standard ISO 9001 untuk organisasi di bidang peralatan listrik.

  2. Sesuai ekspektasi customer
    Jika organisasi merupakan eksportir yang menjual produk ke negara tertentu, perhatikan lembaga akreditasi yang bisa diterima negara tersebut. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan otoritas publik di sana. Misalkan produk dijual ke Australia dan New Zealand, carilah BS yang telah mempunyai akreditasi dari JAS-ANZ (semacam Komite Akreditasi Nasional-nya Australia dan New Zealand).Meskipun, dalam contoh tersebut, jika eksportir menggunakan BS yang hanya terakreditasi lembaga seperti UKAS maupun KAN mungkin juga tidak akan ditolak. Karena keberterimaan akreditasi antar negara sudah diatur melalui kesepakatan dalam International Acreditation Forum (IAF). Namun apa salahnya berhati-hati dan memberikan nilai yang lebih menghargai customer. Jika customer adalah sebuah perusahaan yang telah bersertifikat ISO, mungkin perlu dipertimbangkan juga untuk menggunakan BS yang dipilih dan dipercaya oleh customer tersebut. Sehingga sertifikat yang dimiliki organisasi memberikan kredibilitas di mata customer. Atau mungkin lebih baik jika organisasi mengkomunikasikan secara langsung dengan customer tentang BS yang diharapkan.

  3. Berpengalaman dalam bidang yang relevan
    Perhatikan pengalaman BS dalam memberikan jasa audit dan sertifikat. Apakah BS pernah dipercaya dalam sertifikasi perusahaan yang sejenis dengan usaha atau ruang lingkup bidang yang akan disertifikasi? Apakah perusahaan sejenis yang telah disertifikasi oleh BS tersebut merupakan perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan bagus dan terkenal?Semakin banyak pelanggan BS serta semakin panjang pengalamannya dalam sertifikasi dan surveillance di bidang yang sejenis menunjukkan spesialisasi dan kemampuannya yang dipercaya banyak pihak.

  4. Kejelasan status lembaga
    Mungkin status Badan Sertifikasi juga menjadi pertimbangan dalam mengetahui reputasi Badan Sertifikasi. Apakah Badan Sertifikasi tersebut merupakan Cabang dari Badan Sertifikasi yang sudah terkenal di luar negeri. Atau apakah Badan Sertifikasi merupakan semacam francise yang menggunakan merek salah satu Badan Sertifikasi yang sudah ada namun secara manajemen terpisah secara mandiri. Ataukah juga Badan Sertifikasi yang murni merupakan Badan Sertifikasi mandiri, mempunyai merek sendiri dan bukan cabang dari Badan Sertifikasi luar negeri. Meskipun hal ini hanyalah atribut yang tidak menentukan secara substansial sebagus apa Badan Sertifikasi, tetapi Badan Sertifikasi yang merupakan Cabang dari Badan Sertifikasi yang sudah lama berdiri dan mempunyai nama terkenal di seluruh dunia tentu mempunyai internal control yang sudah mapan dan ketat untuk menjaga reputasinya. Tidak ada salahnya organisasi yang hendak melakukan sertifikasi mereview sejauh mana prosedur sertifikasi Badan Sertifikasi dan termasuk bagaimana mengajukan komplain atas audit yang dilakukan auditor Badan Sertifikasi.

  5. Mempunyai sumber daya yang jelas dan handal
    Bukan hanya lembaga yang perlu diperhatikan. Tapi auditor yang akan diterjunkan di lapangan oleh Badan Sertifikasi juga perlu diperhatikan pengalamannya. Misalnya apakah auditor tersebut pernah bekerja di perusahaan atau organisasi sejenis dengan bidang yang akan disertifikasi? Apakah auditor berpengalaman melakukan audit di perusahaan sejenis?Dengan melihat latar belakang pengalaman auditor, organisasi dapat berharap bahwa audit yang dilakukan tidak hanya menghasilkan sertifikat saja, namun juga temuan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi improvement organisasi. Auditor dengan pengetahuan dan latar belakang manufaktur otomotif yang mengaudit sektor pendidikan sangat berpotensi tidak maksimal bagi perbaikan organisasi. Beberapa Badan Sertifikasi telah menyediakan auditor spesifik untuk bidang-bidang organisasi yang akan disertifikasi. Akan lebih baik lagi jika auditor tersebut bukan auditor freelance. Dengan memiliki auditor tetap, Badan Sertifikasi menunjukkan kualitas dan keseriusan lembaganya dalam memenuhi pelayanan sertifikasi dan surveillance dalam jangka panjang.

  6. Bertarif transparan dan kompetitif
    Tentu saja ini masalah negosiasi. Tetapi biasanya jumlah karyawan, bidang yang digeluti organisasi/ perusahaan, maupun site yang harus dikunjungi menjadi pertimbangan harga sertifikasi. Sebaiknya organisasi tidak hanya melihat biaya audit pertama saja, namun juga mempertimbangkan biaya sewaktu surveillance juga.
Demikian penjelasan kami tentang bagaimana memilih Badan Sertifikasi ISO, semoga bisa bermanfaat..

Cara Mendapatkan Sertifikasi ISO

Cara Mendapatkan Sertifikasi ISO


Untuk mencapai Sertifikasi ISO seperti ISO 9001 atau ISO 14001 cukuplah mudah. Dalam artikel ini kami akan merinci dan membahas langkah demi langkah untuk membantu organisasi yang baru untuk proses pelaksanaan Sertifikasi ISO, serta sedikit membahas Lembaga Sertifikasi ISO yang akan dipilih oleh organisasi atau perusahaan.

  • Pimpinan organisasi harus menetapkan untuk menerapkan Sistem Manajemen ISO dan memastikan bahwa Standar ISO yang dipilih adalah tepat bagi organisasi. Perlu dicatat bahwa untuk memiliki Sertifikat ISO, organisasi harus telah beroperasi selama minimal 3 bulan. Hal ini agar organisasi telah memiliki beberapa proses di tempat yang dapat dinilai oleh Konsultan ISO. 
  • Sebaiknya pimpinan terlibat aktif dengan industri atau asosiasi profesi untuk melihat bagaimana implementasi Standar ISO telah bekerja untuk organisasi lainnya. pimpinan juga bisa meminta informasi dengan organisasi yang telah menerapkan Sertifikasi ISO, serta menggunakan sumber informasi dari badan pemerintah untuk menambah informasi mengenai Standar ISO. Badan Sertifikasi ISO telah mengembangkan beberapa buku pegangan yang berupa Standar ISO 9001 dan Standar ISO 14001 untuk membuat informasi lebih mudah didapatkan. 
  • Organisasi menetapkan SDM sebagai anggota Working Group dalam pelaksanaan Sertifikasi ISO yang terdiri dari ketua proyek dan tim. Tim minimal terdiri dari dua orang dari setiap divisi atau dari tiap - tiap departemen, terdiri dari pimpinan departemen dan staf. Penetapan manajemen representatif boleh ada atau ditiadakan, tetapi Top-Management harus terlibat aktif didalam penerapan sistem manajemen ini sebagai fungsi Leadership. 
  • Tetapkan waktu untuk melaksanakan Training ISO (biasanya melalui Konsultan ISO) untuk seluruh karyawan meliputi Training Awareness (pengenalan), Training Dokumentasi dan Training Internal Audit. Jika Anda baru mengetahui informasi mengenai Standar ISO, maka Training ISO bermanfaat memberikan rasa percaya diri dan menambah wawasan untuk membantu dalam proses implementasi Standar ISO. Walaupun Anda sudah berpengalaman, Training ISO memastikan Anda akan mendapatkan hasil maksimal. Saat ini kami menjalankan program pada Standar ISO yang paling populer yaitu ISO 9001 dan ISO 14001. 
  • Sistem Manajemen ISO perlu menjadi sasaran organisasi yang harus dikembangkan oleh manajemen senior. upaya berkelanjutan diperlukan untuk memastikan hasil maksimal yang bisa dipertahankan selama proses Sertifikasi ISO berlangsung, karena itu seorang Konsultan ISO akan dibutuhkan karena Konsultan ISO bertanggung jawab untuk mengembangkan sistem manajemen yang sebenarnya. 
  • Bandingkan sistem manajemen yang sebelumnya sudah berjalan dengan Standar ISO, lakukan analisa mengenai apa saja yang belum di terapkan. Tetapkan kebijakan, Struktur Organinsasi, Job Desk, KPI atau target, Manual Mutu dan Prosedur Kerja dari masing-masing departemen didalam organisasi. Bila dibutuhkan penjelasan lebih terperinci dari prosedur kerja dapat dibuat instruksi kerja dan formulir kerja pendukungnya. Terapkan Standar ISO minimal 3 bulan untuk memastikan seluruh karyawan telah mengerti, mematuhi dan menjalankannya. Standar ISO dirancang untuk umum, berlaku untuk organisasi dari semua ukuran dan sektor industri dan mampu memberikan kerangka untuk proses manajemen yang baik serta menentukan hal-hal yang perlu dimasukkan. Tujuan Sertifikasi ISO adalah membentuk Sistem Manajemen ISO, misalnya Sistem Manajemen Mutu (SMM) atau ISO 9001 dan Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) atau ISO 14001. Sistem manajemen terbentuk dari proses kegiatan manajemen, penyediaan sumber daya, realisasi produksi, pengukuran, analisis dan perbaikan. 
  • Pemeliharaan Sistem Manajemen ISO adalah di mana kerja keras dimulai. Lanjutan yang penting supaya implementasi bisa berhasil, dan bagi organisasi adalah untuk mendapatkan Sertifikat ISO. Komunikasi dan Training ISO harus dilakukan secara teratur untuk memastikan budaya kesadaran berkelanjutan dan keterlibatan dengan staf. Lebih formal, Audit Internal juga harus dilakukan untuk memastikan persyaratan Standar ISO telah terpenuhi. Sebuah tinjauan manajemen harus digelar untuk menentukan tindakan perbaikan yang diperlukan. 
  • Lakukan Audit Internal perusahaan dan lakukan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Proses ini dimulai dengan apa yang dikenal sebagai 'Tahap 1 Audit'. Ini merupakan tahap dimana auditor memberikan laporan analisa kesenjangan yang akan mengidentifikasi tindakan yang dibutuhkan oleh organisasi untuk memenuhi persyaratan Standar ISO yang dapat digunakan sebagai bantuan perencanaan, jadi jangan khawatir jika organisasi belum siap karena banyak organisasi sudah memiliki sejumlah proses yang diperlukan di tempat hanya saja mereka hanya perlu dokumentasi dan proses yang lebih baik. 
  • Setelah organisasi telah siap dan telah menentukan masalah yang disorot dalam laporan Tahap 1, Undang Badan Sertifikasi ISO untuk melakukan audit perusahaan dan selesaikan semua NC (Non Confirmity) bila terdapat temuan dalam audit BS. Pada Tahap ini Auditor akan mengungkapkan efektivitas sistem manajemen dan apakah memenuhi semua persyaratan Standar ISO tertentu yang ingin disertifikasi (misal ISO 9001 atau ISO 14001). Jika sudah sesuai, organiasi akan disarankan untuk segera diberikan Sertifikat ISO. Laporan Auditor kemudian akan diperiksa melalui proses persetujuan dan jika tidak ada anomali diidentifikasi maka Sertifikat ISO resmi diberikan kepada organisasi.